Kamis, 20 November 2014

Karangan Ilmiah ( Skripsi, Thesis, Disertasi, Karangan Ilmiah Populer, dan Jurnal Ilmiah

Bab 7
Skripsi
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. [1]
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjangundergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.[2]
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
·         Pengajuan judul skripsi
·         Pengajuan proposal skripsi
·         Seminar proposal skripsi
·         Penelitian
·         Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
·         Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.
Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
·         Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
·         Penelitian dan bimbingan skripsi
·         Seminar
·         Sidang
·         Revisi

Tesis
Tesis adalah pernyataan atau teori yg didukung oleh argumen yg dikemukakan dl karangan; untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pd perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa. Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan
Disertasi
Disertasi adalah paparan diskusi yang menyertai sebuah pendapat atau argumen. Pendapat atau argumen itu sendiri disebut sebagai tesis. Umumnya, istilah disertasi dan tesis dipakai untuk mengacu pemaparan diskusi yang bersifat skolar atau akademis.
Karangan Semi Ilmiah (Populer)

      Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (penelaahan sejawat).
Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala

Sumber: http://lengkapskripsi.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-perbedaan-skripsi-tesis.html


Karangan Ilmiah (Timbangan Buku, Ringkasan, dan Timbangan Pustaka

Timbangan Buku 
    Timbangan buku sama dengan kritik buku yaitu pertimbangan atau pendapat tentang baik buruk sebuah karya yang dapat di sampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja. Bedah buku adalah pembicaraan mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang atau forum untuk berdiskusi, ada tokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut terlibat. Pendapat atau penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkan lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum.

Ringkasan
Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, kita mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan yang diatur dari gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui ringkasan kita dapat menangkap pokok pikiran dan tujuan penulis.

Timbangan Pustaka

     Timbangan pustaka adalah menimbang atau menilai hasil-hasil penelitian yang telah Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, Perbedaan karangan ragam standart dan non standart. Resensi buku lebih dikenal dengan istilah timbangan buku Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan buku secara tertulis yang mengemukakan pendapat seseorang tentang baik buruknya buku ditinjau dari berbagai sudut. Resensi dapat dilakukan oleh siapa saja.

Sumber: http://haniah1.blogspot.com/2013/09/pengertian-karakteristik-dan-jenis.html

Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan Mempelajari Metode Penulisan Ilmiah, Sikap Ilmiah, dan Langkah-Langkah Pelaksanaan Penulisan Ilmiah

Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.
Tujuan Karya Ilmiah
·         Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
·         Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
·         Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
·         Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
·         Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Ciri-ciri Karya Ilmiah 
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan substansi, sikap penulis, serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:

1.                  Merumuskan masalah.
2.                  Merumuskan hipotesis.
3.                  Mengumpulkan data.
4.                  Menguji hipotesis.
5.                  Merumuskan kesimpulan

Sumber: http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-langkah-langkah-metode-ilmiah.html



Pengertian Karangan, Sifat Bentuk Karangan, Ciri-Ciri Ilmiah, Ciri-Ciri Karangan Non Ilmiah, dan Ilmiah Populer

Karangan
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
Macam-macam karangan

Karangan narasi: Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan agar pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang diceritakan itu.

Karangan deskripsi: Karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan itu.

Karangan eksposisi: Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Dikemukakan data dan fakta untuk memperjelas pemaparan.

Karangan argumentasi: Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.

Karangan persuasi: Karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca. Karangan ini pun memerlukan data sebagai penunjang.

Sifat karya ilmiah formal harus memenuhi syarat:
1.lugas dan tidak emosional mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2.      Logis disusun berdasarkan urutan yang konsisten.
3.      Efektif satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4.      efisien hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.

Karangan non ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri Karya Non Ilmiah
-          ditulis berdasarkan fakta pribadi,
-          fakta yang disimpulkan subyektif,
-          gaya bahasa konotatif dan populer,
-          tidak memuat hipotesis,
-          penyajian dibarengi dengan sejarah,
-          bersifat imajinatif,
-          situasi didramatisir,
-          bersifat persuasif.
-          tanpa dukungan bukti

Hal-hal yang harus ada dalam karya ilmiah antara lain:
1.      Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran/
2.      Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada pola pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
3.      Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4.      karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka ,tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
5.      Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaida-kaidah kebahasaan.
6.      Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkain narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

Ciri – Ciri Karya Ilmiah:
Dalam karya ilimah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu:
a)      Struktur sajian
b)     Komponen dan substansi
c)      Sikap penulis
d)     Penggunaan bahasa

Karya Semi Ilmiah
Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam karya tulis ini.

Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
·                     Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
·                     Fakta yang disimpulkan subjektif;
·                     Gaya bahasa formal dan popular;
·                     Mementingkan diri penulis;
·                     Melebih-lebihkan sesuatu;
·                     Usulan-usulan bersifat argumentative; dan Bersifat persuasive.
Jenis karangan semi ilmiah yaitu artikel, editorial, opini, tips, reportase, dan resensi buku.Resensi buku adalah bentuk konbinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku.

Sumber: http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html



Jumat, 03 Oktober 2014

Penalaran

PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proporsi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Metode Penalaran
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.

Metode Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisas, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdens, shafel muter, salsa (dan Kripton), free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dankesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.


Metode Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.


KASUS

Manchester United dikabarkan akan mengeluarkan dana besar pada bursa transfer Januari 2015. Gelandang AS Roma, Kevin Strootman, menjadi salah satu pemain yang akan didatangkan. Pada musim panas 2014, Manchester United tercatat sudah mengeluarkan dana sebesar 150,1 juta pound.
Dana itu dikeluarkan untuk Angel di Maria sebesar 59,7 juta pound, enam juta untuk peminjaman Radamel Falcao, Luke Shaw (27 juta), Ander Herrera (28 juta), Marcos Rojo (16 juta) dan Daley Blind (14 juta). Seperti dilaporkan Guardian, Manchester United tidak akan berhenti belanja besar-besaran pada musim panas. Pada bursa transfer Januari 2015, hal itu akan kembali dilakukan.
Salah satu nama yang diincar adalah gelandang AS Roma, Kevin Strootman. Pemain Belanda itu diyakini bisa didapat dengan harga 30 juta pound. Selain Strootman, Manajer Manchester United, Louis van Gaal, juga ingin bek tengah yang tangguh. Salah satu kandidatnya adalah Mats Hummels. Akan tetapi, Borussia Dortmund sudah memastikan tidak akan melepas pemain Jerman itu. 

Penalaran:

Menurut saya tidak apa-apa kalau Manchester United menggelontorkan dana besar untuk membeli pemain bintang secara efektif karena selepas ditinggalkan pelatih mereka Sir Alex Ferguson yang sudah melatih Manchester United selama 30 tahun tersebut menjadi tim yang disegani oleh tim-tim elit eropa. Sekarang United menjadi tim papan tengah yang sudah tidak setajam dulu saat ditunggangi Sir Alex Ferguson. Sekarang united di tunggangi oleh Louis Van Gaal untuk meraih kejayaan seperti saat bersama Sir Alex Ferguson dan untuk tahun ini United menggelontorkan sejumlah dana besar untuk memboyong para pemain bintang yang sesuai dengan keperluan tim. Dikabarkan United akan memboyong beberapa pemain bintang untuk mengisi pos-pos yang rapuh. Salah satunya adalah Mats Hummels yang sudah di incar sejak musim kemarin hingga sekarang. Hummels akan mengisi pos yang di tinggalkan Nemanja Vidic yang hijrah ke Inter Milan. Sayangnya Hummels tidak akan dilepas oleh Borussia Dortmund tapi United mempunyai opsi lain kalau tidak mendapatkan Hummels. United opsi United adalah Subotic rekan satu tim Hummels di Borussia Dortmund.

Jumat, 13 Juni 2014

Kasus pasien dengan rumah sakit



      
      Kasus Pasien dengan rumah sakit

Bila ada kasus antara pasien dan rumah sakit., pasien bpjs sedang menjalani operasi besar dimana saat operasi tersebut terjadi suatu permasalahan yakni benang untuk menjahit luka pasien tersebut habis. Pihak rumah sakit sudah memberikan keputusan bahwa benang untuk pasien bpjs dan umum pasien sudah ditetapkan ketentuannya, sedangkan saat operasi ‘kan benangnya habis, tapi pasien kalau tidak segera ditambahin bisa membahayakan si pasien. Jika tidak di tangani dengan menambah benang untuk menjahit luka pasien, bisa membahayakan pasien tapi jika memakai benang lain untuk menambah benang untuk menambah benang si pasien bpjs ini nyalahi aturan.


Menurut pendapat saya. Sebenarnya lebih baik menolong si pasien bpjs tersebut karena menolong pasien lebih utama. Apa iya mau kerja setengah-setangah karna kepentok sama peraturan. Karna pasien juga penting loh.

Alangkah baiknya jika keselamatan pasien diutamakan dibanding peraturan yang mengikat dan uang. Ya intinya untuk kasus pasien bpjs dan rmah sakit tadi, ya harusnya ditolonglah pasienya daripada setengah-setengah dan membahayakan pasien. Lebih baikbaik ditolong. Urusan melanggar aturan kan bisa di omongin secara kekeluargaan bukan? Yang terutama harusnya keselamatan pasien lah yang diutamakan. Terima kasih