Selasa, 07 Juli 2015

Misspelling Word

Name: Adis Ari Darmawan
NPM : 20212202
Class : 3EB02
Bahasa Inggris Bisnis 2













1. Penulisan yang benar adalah welcome turist we speak english
















2. Penulisan yang benar adalah power full












3. Penulisan yang benar adalah file room














4. Penulisan yang benar adalah gents toilet, ladies toilet












5. Penulisan yang benar adalah safety riding

Selasa, 05 Mei 2015

Question Tag

Adis Ari Darmawan
20212203
3eb02
Bahasa Inggris 2

Question tags are short questions were added at the end of the statement (declarative sentence) to ask for information or request approval.
Formula :
linking verb “be”/auxiliary verb +/- not + pronoun
Specification :
-          linking verb "be", namely: is, am, are, was, were, while the primary form of the auxiliary verb auxiliary verb (be, do, have) or modal auxiliary verb (will, would, may, may, MIGHT, can, could, shall, should) matching the verb in the statement.
-         Adapted to the subject pronoun in the statement.
Example :
-          Cynthia usually gets the bus to college, doesn’t she?
-          Irfan’s on holiday until next Monday, isn’t he?
-          I’m trying to tell you what happened, aren’t I?
Source :
http://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-question-tags


Causative Have

Adis Ari Darmawan
20212203
3eb02

Causative have a common causative verb. This verb is used to want someone to do something for the subject.
The formula used is as follows :
Active:
S + (have-had) + agent + action verb (bare infinitive) + object
Example :
-          Fira had her friend take her result test.
-          The student had the teacher speak slowly.
Passive:
S + (have-had) + object + action verb (V-3)
Example :
-          I had my house renovated last week.
-          He had his book returned as soon as possible
The use of the verb Get similar to haves but with different sentence structure.
The formula used is as follows:

Active: S + (get / got) + agent + action verb (to infinitive)
Example :
-          He got his father to buy a ball.

Passive: S + (got) + object + action verb (V-3)
Example :
-          I got my jacket cleaned.
Source :
http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/bahasa-inggris/pengertian-causative-verbs.aspx
.

Reflexive Pronoun and Determiner

Adis Ari Darmawan
20212203
3eb02
Bahasa Inggris

Reflexive Pronoun is a pronoun that is used to express that the subject (such as people or animals) receives the action of the verb (reciprocal action) in a sentence.
Contoh Kalimat Reflexive Pronoun
Singular :
Personal Pronoun
Reflexive Pronoun
Example


I
Myself
I‘m going to buy myself new jeans.

I enjoy myself today.

You
Yourself
You mustn’t blame yourself.

Why do you hit yourself?

He
Himself
He cut himself when he was shaving this morning.

He treats himself like a baby.

She
Herself
My mother burned herself when she was cooking.

Disty keeps herself healthy.

It
Itself
The door opens itself.

My cat licks itself.

Plural :
Personal Pronoun
Reflexive Pronoun
Example


You
Yourselves
Why don’t you watch yourselves on TV?

You have to keep this for yourselves.

We
Ourselves
His birhday party was great. We enjoyed ourselves.

We won’t harm ourselves.

They
Themselves
The students ate cookies that they cooked by themselves.

They did it for themselves.

Determiner is a word or group of words that are placed in front of the noun to restrict the meaning of the noun. In traditional grammar, often called the limiting adjective determiner, although different from the usual meaning of the adjective. If both are in the noun phrase, limiting adjective would be in front of the usual adjective.
Determiner terdiri dari article, quantifier, possessive, dan demonstrative determiner.

Determiner
Contoh kalimat Determiner


article (a, an, the)
He is looking for a job in Jakarta.

Can you open the window, please?

quantifier (many, few, little, some, any)
Please give me a little water.

Can you give me a few minutes to take a rest?

distributive (all, every, both)
She writes five English articles every day.

All your books are on the table.

Number (1, 2, 3,4 dll)
We buy 3 new cars, all of them are black.

My father gives me 12 novels as for my birthday.

demonstrative adjective (this, that, these, those)
Those apples are so red.

This book is mine.

possessive adjective (my, your, his, her, its, our, dan their)
Your jacket is in the laundry basket.

Her house is big.

Sumber :
http://www.belajarbahasainggris.us/2014/01/penjelasan-reflexive-pronoun.html
http://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/2014/04/pengertian-determiner-dan-contohnya-dalam-bahasa-inggris.html

Selasa, 07 April 2015

PI BAB II

BAB II


LANDASAN TEORI


2.1. Laporan Keuangan

2.1.1. Pengertian laporan Keuangan
   
Media yang dapat digunakan dalam meneliti kondisi kesehatan suatu perusahaan yaitu laporan keuangan. Dalamlaporan keuangan berisi data-data yang menggambarkan keadaan keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaan. Pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan antara lain pihak internal dan pihak eksternal perusahaan seperti para pemilik perusahaan, para kreditor, para investor, bankers, karyawan, dan pemerintah.
    Suatu proses akuntansi ditandai dengan munculnya laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai media pelaporan atas segala yang terdapat dalam perusahaan pada akhir periode tertentu. Pada dasarnya laporan keuangan disusun setahun sekali, namun sering pula ditemui ada perusahaan yang menyusun laporan keuangan setiap tiga bulan sekali bahkan laporan keuangan disusun setiap bulan sekali.
    Menurut Zaki Baridwan dalam buku Bisnis, Ekonomi, Asuransi, dan Keuangan Syariah (2009:171) Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan.
    Pengertian laporan keuangan menurut PSAK No.1 (2004) merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap dari laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara missal sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana) catatan dan laporan serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dalam laporan keuangan.

2.1.2.    Tujuan Laporan Keuangan
    Dalam proses akuntansi akan dihasilkan laporan keuangan yang bertujuan sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut dalam pengambilan keputusan ekonomi. Pemilik dan calon pemilik perusahaan ingin mengetahui bagaimana posisi keuangan perusahaannya dimasa yang akan datang. Tujuan laporan keuangan menurut IAI (2002):
1.    Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
2.    Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian. Laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum mengambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
3.    Menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya,membuat keputusan ekonomi, keputusan ini mencakup keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan mengangkat atau mengganti manajemen.
4.    Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber dan kewajiban, seperti informasi mengenai aktivasi pembelanjaan dan pemasaran.
5.    Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain lain yang berhubungan dengan laporan jeuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

2.1.3.     Jenis-Jenis Laporan Keuangan
    Dalam kurun waktu tertentu manajemen suatu perusahaan harus mennyusun dan menyajikan laporan keuangan guna memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan atas suatu perusahaan ini. Mengenai laporan keuangan yang disajikan dan disusun oleh manajemen  sesuai Ikatan Akuntansi Indonesia (2007) menyatakan “laporan keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-komponen berikut ini : neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan”
a.    Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan, pada suatu tanggal tertentu biasa pada waktu dimana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering disebut dengan Balance Sheet. Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang dan modal.
Pendapat Skousen (2001:41) yang dimaksut dengan neraca adalah “laporan sumber-sumber dari suatu perusahaan (harta), kewajiban perusahaan (hutang), dan perbedaan antara yang dimiliki (harta) dan apa yang dipinjam (hutang) yang sering disebut ekuitas”.

b.    Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Laporan laba rugi yaitu alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan dan guna mengetahui berapakah hasil bersih atau yang didapat dalam satu periode. Menurut IAI (2007) laporan laba rugi minimal mencakup pendapatan, laba rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlukan mengguanakan metode ekuitas, beban pajak, laba rugi dari aktivitas normal perusahaan, pos luar biasa dan laba rugi bersih untuk periode berjalan. Tujuan dari laporan laba rugi yaitu untuk mengukur kemajuan perusahaan didalam menjalankan operasinya.

c.    Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan modal adalah pendapan modal yang terjadi dalam suatu periode. tertentu atau dapat dikatakan sebagai ringkasan suatu perusahaan selama periode tertentu. Maka dapat diketahui bahwa laporan keuangan bahwa laporan ekuitas memberikan informasi mengenai tambahan atau pengurangan ekuitas selama periode tertentu dari periode sebelumnya. Laporan ini disajikan untuk melengkapi laporan keuangan lainnya. Penambahan ekuitas berasal dari investasi dan laba sedangkan pengurangan ekuitas biasanya karena kerugian atau pengembalian pribadi (Kardiman, 2006).

2.2.    Pasar Modal
2.2.1.     Pengertian Pasar Modal
    Pasar Modal merupakan tempat dimana surat-surat jangka panjang diperdagangkan. Surat-surat jangka panjang tersebut dapat berupa bukti kepemilikan modal seperti saham atau dapat juga berupa bukti hutang perusahaan, seperti obligasi. Pasar modal pada dasarnya merupakan jemabatan yang mempertemukan pemilik modal atau investor dengan perusahaan atau emiten selaku pengelola dana.
    Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi. Di berbagai negara, terutama di Negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi. Karena, pasar modal dapat menjadi dana alternative bagi perusahaan-perusahaan.
    Namun, pasar modal dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan modern. Dikatakan sebagai sumber pembiayaan modern karena ada sumber pembiayaan yang sudah dikenal lebih dahulu, yang dapat dikatakan sudah menjadi tradisional. Sumber pembiayaan tradisional yang sudah sangat populer adalah Bank.
    Menurut Sawidji Widoatmodjo (2008) Pasar modal adalah pasar abstrak, dimana yang diperjual – belikannya adalah dana-dana jangka panjang, yaitu dana yang keterkaitannya dalam suatu investasi lebih dari satu tahun.

2.2.2.     Fungsi Pasar Modal
    Fungsi pasar modal pada hakitkannya yaitu untuk meningkatkan alokasi sumber daya keuangan yang diharapkan akan menaikan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Fungsi pasar modal secara spesifik menurut Imamul Arifin dan Glana Hadi W (2008) adalah sebagai berikut :
1.    Sebagai Sumber Penghimpunan Dana
Seperti halnya perbankan, perkembangan yang dihimpun dalam sebuah perekonomian. Jika pasar modalnya maju, dana masyarakat yang dapat dihimpun akan sangat besar.
2.    Sebagai Alternatif Investasi bagi Pemilik Modal
Dalam pasar modal investor dapat memindahkan asetnya dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
3.    Sebagai Pendorong Perkembangan Investasi
Dengan adanya pasar modal, pemerintah akan terbantu dalam memodalisasi dana masyarakat. Para investor akan terus menambah jumlah investasinya di pasar modal karena perusahaan yang menerima dana dari pemilik modal akan meningkatkan usahanya. Karena fungsinya yang strategis, maka peranan pasar modal sangat penting. Bagi negara-negara maju, pasar modal merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksaan kebijakan moneter. Namun, di Negara maju maupun Negara berkembang, yaitu sebagai alat untuk memobalisasi dana, baik yang ada dalam perekonomian domestic, maupun yang berasal dari luar negeri.

Secara umum, fungsi pasar modal sebagai berikut :
1.    Sebagai Saran Penambahan Modal
Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cara menjual saham ke pasar modal. Saham-saham ini akan dibeli oleh masyarakat umum, perusahaan-perusahaan lain, lembaga atau oleh pemerintah.
2.    Sebagai Sarana Pemerintah Pendapatan
Setelah jangka waktu tertentu, saham-saham yang telah dibeli akan memberikan deviden (bagian dari keuntungan perusahaan) kepada para pembelinya (pemiliknya). Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.
3.    Sebagai Sarana Peningkatan Kapasitas Produksi
Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan akan meningkat.
4.    Sebagai Sarana Penciptaan Tenaga Kerja
Keberadaan pasar modal dapat mendorong muncul dan berkembangnya industri lain yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru.
5.    Sebagai Sarana Peningkatan Pendapatan Negara
Setiap deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham akan dikeluarkan pajak oleh pemerintah. Adanya tambahan pemasukan melalui pajak ini akan meningkatkan pendapatan negara.
6.    Sebagai Indikator Perekonomian Negara
Aktivitas dan volume penjualan atau pembelian di pasar modal yang semakin meningkat (padat) memberi indikasi bahwa aktivitas bisnis berbagai perusahaan berjalan dengan baik, begitu pula sebaliknya.



2.2.3.     Instrumen Pasar Modal
    Jenis efek yang umumnya diperdagangkan dipasar modal adalah saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya seperti warrant, right dan option. Semua efek yang diperdagangkan di pasar modal merupakan efek-efek jangka panjang. Intrumen pasar modal yang umumnya diperdagangkan adalah sebagai berikut :
1.    Saham
Saham merupakan tanda kepemilikan atau penyertaan modal pada suatu perusahaan.
2.    Obligasi
Obligasi adalah surat pengakuan hutang perusahaan yang dibayar pada saat jatuh tempo berdasarkan nilai nominasinya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi adalah tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit tersebut pada saat jatuh tempo.
3.    Warrant
Warrant adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya berkaitan dengan harga, jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut.
4.    Right
Right adalah surat yang diterbitkan oleh perusahaan yang memberikan hak bagi pemegangnya untuk membeli tambahan saham pada penerbitan saham baru.
5.    Option
Option adalah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang atau lembaga bukan emiten untuk memberikan hak pada pemegangnya untuk membeli saham (call option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditemukan sebelumnya.


2.3.    Saham
2.3.1.    Pengertian Saham
    Saham adalah salah satu jenis surat berharga yang merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan (emiten) atau perseroan terbatas. Emiten adalah perusahaan yang membutuhkan dana melalui pasar modal. Saham berupa selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Saham dikeluarkan oleh perusahaan yang telah go public yang kemudian dijual di pasar modal dalam rangka perhimpunan dana untuk perluasan usaha perusahaan tersebut.
    Husnan (2004) dalam bukunya “Dasar-Dasar Teori Potofolio dan Analisis Sekuritas” mengemukakan pendapatnya tentang saham yakni secarik kertas yang menunjukan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut) untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan organisasi yang menerbitkan sekuritas tersebut dan berbagai kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut menjalankan haknya.
    Saham merupakan salah satu produk yang diperjualbelikan di pasar modal yang dapat didefinisikan sebagai tanda pernyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas yang berwujud berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya (Hamzah,2006).


2.3.2.    Jenis – jenis Saham
    Martono et al, (2010) menguraikan jenis saham menurut pengalihan dan manfaat yang
Diperoleh para pemegang saham sebagai berikut :
•    Jenis saham menurut pengalihannya.
1.    Saham atau unjuk (Breater Stock)
Saham atas unjuk sifatnya mirip dengan uang. Dalam sertifikat ini, dituliskan nama pemiliknya. Dengan kepemilikan saham atas unjuk pemilik saham saat ini sangat mudah untuk mengalihkan atau memindahkan sahamnya kepada orang lain. Di Indonesia hanya ada satu-satunya perusahaan yang menerbitkan saham atas unjuk dengan nilai nominal yang didaftarkan di bursa parallel.
2.        Saham atas nama (Registered Stock)
Berbeda dengan saham atas unjuk, saham atas nama ini dituliskan nama pemiliknya. Cara pengalihan sahamnya adalah dengan dokumen peralihan dan kemudian nama pemiliknya dicatat dalam buku perusahaan yang khusus mencatat daftar nama pemegang saham, merupakan saham atas nama.

•    Jenis saham menurut manfaatnya.
1.     Saham  Biasa (Common Stock)
Saham biasa selalu ada dalam struktur modal saham. Wirasasmita et al, (2007) berpendapat bahwa saham biasa adalah surat saham perseroan yang tidak mendapatkan prioritas atas jenis saham lainnya dalam mendapatkan pembayaran deviden dan menerima bagian sebagai prioritas akhir dalam pembagian harta kekayaan perseroan itu apabila perseroan itu dibubarkan atau dihentikan kegiatan usahanya. Pemegang saham biasa akan memperoleh keuntungan dalam bentuk deviden apabila perusahaan memperoleh laba. Berikut ini adalah beberapa karakteristik saham biasa:
a.    Saham biasa tidak menjanjikanpendapatan yang bersifat tetap dan pasti. Pendapatan saham biasa dapat berasal dari penerimaan deviden dan selisih antara harga jual dengan harga beli saham.
b.    pemilik atau pemegang saham akan memiliki hak untuk ikut serta dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pemilik saham biasa adalah salah satu pemilik perusahaan, dia memiliki hak suara untuk hal yang dibawa ke pertemuantahunan perusahaan dan memberikanhak suara bagi direktur perusahaan.
c.    Saham biasa tidak memiliki jatuh tempo tertentu, dengan demikian emiten tidak mempunyai tanggung jawab untuk membayar kembali harga pembelian saham yang telah diterbitkan.

2.    Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak istimewa kepada pemiliknya, saham preferen mempunyai sifat gabungan antara obligasi (bond) dan saham biasa. Pemegang saham preferen diprioritaskan dama klaim aktiva bersih dan dalam pembagian keuntungan saham (deviden), hal
tersebut  yang mebedakan antara saham preferen dengan saham biasa. Atmaja (2002) menyebutkan beberapa karakteristik dari saham preferen diantaranya sebagai berikut:
a.    Memiliki nilai nominal.
b.    Deviden besarnya tetap, merupakan presentasi dari nilai nominal.
c.    hak deviden kumulatif, artinya hak kepada pemegang sebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa menerima deviden.
d.    Tidak memiliki hak suara dan hak jatuh tempo.

2.4.    Market value Added
2.4.1.    Pengertian  Market Value Added
    Sasaran utama dari kebanyakan perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Sasaran ini sudah pasti akan mengntungkan pemegang saham, tetapi juga akan membantu untuk memastikan bahwa sumber daya yang terbatas telah dialokasikan secara efisien yang akan memberikan keuntungan pada ekonomi. Kekayaan pemegang saham akan dimaksimalkan dengan meminimalkan perbedaan antara nilai pasar dari saham perusahaan dan jumlah modal ekuitas yang telah diberikan oleh pemegang saham. Perbedaan ini disebut dengan Nilai tambah Pasar atau yang biasa disebut Market Value Added (MVA).
    Market Value Added (MVA) adalah indikator eksternal yang dapat mengukur seberapa besar kekayaan perusahaan yang telah diciptakan. Market Value Added merupakan selisih antara nilai pasar perusahaan (termasuk ekuitas dan hutang) dan modal keseluruhan yang diinvestasikan.
    Menurut brigham dan houston (2006 : 68), “Market Value Added (MVA) merupakan suatu pengukuran kinerja yang tepat untuk menilai sukses tidaknya perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi pemiliknya”. Jadi, kekayaan atau kesejahteraan pemilik perusahaan (pemegang saham) akan bertambah bila Market Value Added (MVA) bertambah. Indikator yang digunakan yaitu, jika Market Value Added (MVA) >0, bernilai positif, perusahaan berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyandang dana. Jika Market Value Added (MVA) <0, bernilai negatif, perusahaan tidak berhasil meningkatka nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyandang dana.
    Berikut Rumus untuk perhitungan Market Value Added





2.4.2. Keunggulan dan kelemahan Market Value Added (MVA)
    Kelebihan MVA menurut Zaky dan Ary (2002 : 139), MVA merupakan ukuran tunggal dan dapat berdiri yang tidak membutuhkan analisis trend sehingga bagi pihak manajemen dan penyedia dana akan mudah dalam menilai kinerja perusahaan. Sedangkan kelemahan MVA adalah dapat diaplikasikan pada Perusahaan yang sudah go public saja.

2.5.    Return Saham
2.5.1    Pengertian Return Saham
    Return Saham merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi dimasa mendatang.
    Jogiyanto (2003 : 109) menyatakan bahwa “return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi”. Return dapat berupa return realisasi atau return ekspektasi. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi sangat penting karena dapat digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan. Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh investor dimasa mendatang, jadi ekspektasi sifatnya belum terjadi.
    Berikut Rumus untuk perhitungan Return Saham

   









    Ri,t    : Return Saham periode t
    Pt    : Harga saham periode sekarang
    Pt – 1    : Harga saham periode lalu

2.5.2.    Faktor – faktor mempengaruhi Return Saham
    Menurut Alwi (2003 : 87-88), ada beberapa faktur yang mempengaruhi Return Saham atau pengembalian saham, antara lain :
1.    Faktor Internal
a.    Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan, rincian, kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan.
(Kegiatan operasional perusahaan yang baik dan lancar akan meningkatkan kinerja perusahaan, sehingga akan memberikan hasil yang baik bagi perusahaan. Apabila hasil yang diperoleh perusahaan tinggi, maka perusahaan akan memberikan Return yang tinggi pula bagi investor).
b.    Laporan pendanaan, seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang.
(Perusahaan yang mempunyai cukup dana maka kegiatan operasional perusahaan akan berjalan dengan lancar, sehingga laba perusahaan akan tinggi dan Return yang diperoleh pemegang saham juga akanj tinggi).
c.    Pengumuman badan direksi, manajemen, dan struktur organisasi.
(Manajemen merupakan unsur penting dalam perusahaa. Manajemen yang baik akan membawa perusahaan kesuksesan. Hal ini akan memberikan dampak yang baik bagi perusahaan, sehingga perusahaan akan memperoleh laba yang tinggi. Return yang diperoleh pemegang saham juga akan tinggi).
d.    Pengumuman pengambilalihan perusahaan, seperti laporan meger, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi, laporan diinvestasi, dan lain-lain.
(Pengambilalihan perusahaan dapat berpengaruh pada manajemen perusahaan dan operasional perusahaan sehingga apabila manajemen dan operasional perusahaan menjadi lebih baik maka akan berpengaruh pada Return saham yang akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya).
e.    pengumuman investasi, seperti melakukan ekspansi pabrik, pengembangan riset dan penutupan usaha lainnya.
(Ekspansi pabrik ataupun investasi lainnya akan meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga apabila investasi tersebut berhasil akan meningkatkan Return yang diperoleh pemegang saham perusahaan).
f.    Pengumuman ketenaga kerjaan, seperti negoisasi baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya.
(Permasalahan ketenagakerjaan sangat berpengaruh terhadap operasional perusahaan, apabila terjadi permasalahan ketenagakerjaan dan mengakibatkan kerugian perusahaan maka akan mengurangi Return yang diperoleh pemegang saham).
g.    Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba sebelum akhir 12tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal, Earning Per Share (EPS), Deviden Per Share (DPS), Price Earning Ratio (PER), Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Price to Book Value (PBV), maupun Economic Value Added (EVA), dan Market Value Added (MVA) yang nilainya tidak tercantum dalam laporan keuangan, serta factor lainnya.
(Analisis terhadap laporan keuangan dapat digunakan sebagai gambaran kinerja perusahaan, apabila hasil analisis terhadap laporan keuangan perusahaan menunjukan kinerja perusahaan baik maka Return yang diperoleh pemegang saham juga akan tinggi, begitu juga sebaliknya).

    2.    Faktor Eksternal
a.    Pengumuman dari pemerintah, seperti perubahaan suku bunga tabungan, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
(Suku bunga tabungan yang tinggi akan lebih menarik bagi investor, sehingga ada kecenderungan untuk memilih berinvestasi pada tabungan, dan hal tersebut bisa menurunkan harga saham yang akan berakibat pada capital loss. Kurs valuta asing akan berpengaruh pada tingkat perubahan harga saham, terutama perusahaan internasional. Kurs valuta asing berpengaruh negative terhadap Return saham. Nilai tukar rupiah yang rendah juga akan mendorong melemahnya daya beli masyarakat, sehingga akan menurunkan Return saham karena penghasilan perusahaan menurun. Sedangkan inflasi akan berpengaruh pada tingginya harga-harga bahan baku, dan menurunkan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa perusahaan, hal ini dapat menurunkan penghasilan perusahaan sehingga Return yang diterima pemegang akan turun).

b.    Pengumuman hukum, seperti tuntuan karyawan terhadap perusahaan atau manajernya, dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya.
(Adanya pengumuman hukum tersebut menandakan bahwa perusahaan sedang mengalami permasalahan baik antara karyawan dengan manajen maupun manajemen dengan perusahaan, hal ini akan berpengaruh pada operasional perusahaan, sehingga investor tidak tertarik pada perusahaan yang bermasalah dan melepas saham mereka yang mengakibatkan pada turunnya harga saham. Operasional perusahaan yang terganggu juga akan mengakibatkan turunnya penghasilan perusahaan, sehingga Return yang diterima pemegang saham akan mengalami penurunan).

c.    Pengumuman industri sekuritas, seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundaan trading.
(pengumuman industri sekuritas memberikan informasi kepada investor untuk mengambil keputusan membeli atau menjual saham, hal tersebut berpengaruh terhadap harga saham sehingga akan mempengaruhi Return saham melalui capital gain (loss)).
d.    Gejolak politik luar negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan factor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di bursa efek suatu Negara. Hal ini akan berpengaruh pada capital gain atau capital loss yang akan diterima pemegang saham, sehingga akan mempengaruhi Return saham.
e.    Berbagai isu baik dalam negeri maupun luar negeri.
(Isu-isu tersebut dapat berpengaruh pada aktifitas investasi sehingga dapat berpengaruh pada pergerakan harga saham. Apabila harga saham bergerak naik akan memberikan capitak gain pada pemegang saham, sedangkan apabila harga saham bergerak turun akan memberikan capital loss pada pemegang saham, karena capital gain (loss) merupakanm bagian dari Return saham).